Chengdu Meskernel Integrated Technology Co.,Ltd

Chengdu Meskernel Integrated Technology Co.,Ltd

Bagaimana laser diciptakan?

2024 06/11

Bagaimana laser ditemukan?

Penemuan laser (amplifikasi cahaya dengan menstimulasi emisi radiasi) adalah tonggak penting di bidang fisika dan teknik. Pengembangan laser dapat dilacak melalui beberapa penemuan dan penemuan ilmiah utama:

Einstein

Albert Einstein mengusulkan konsep emisi yang distimulasi, yang merupakan proses di mana foton yang masuk menyebabkan elektron turun ke tingkat energi yang lebih rendah, melepaskan foton kedua dalam proses tersebut. Konsep ini meletakkan landasan teoritis untuk pengembangan laser.

Maser (1953-1954)

Maser (1953-1954):

Sebelum laser, ada Masers (amplifikasi gelombang mikro dengan menstimulasi emisi radiasi). Maser ini dikembangkan oleh Charles Townes , bersama dengan rekan -rekannya James Gordon dan Herbert Zeiger. Maser pertama, yang bekerja dengan gelombang mikro, menunjukkan bahwa emisi yang distimulasi dapat digunakan untuk memperkuat gelombang elektromagnetik.  

Pekerjaan Teoritis pada Masers Optik:

Membangun keberhasilan Maser, Townes dan Arthur Schawlow berteori tentang kemungkinan maser optik, yang akan bekerja dengan cahaya tampak alih -alih gelombang mikro. Mereka menerbitkan sebuah makalah pada tahun 1958 yang menguraikan prinsip -prinsip apa yang akan menjadi laser.

The First Laser (1960):
The First Laser (1960):

The First Laser (1960):

Laser operasional pertama dibangun oleh Theodore H. Maiman di Hughes Research Laboratories. Maiman menggunakan kristal ruby ​​sintetis sebagai media penguatan, dan lasernya menghasilkan pulsa lampu merah yang koheren. Laser ruby ​​ini adalah perangkat pertama yang berhasil menunjukkan aksi laser.

Kemajuan dan berbagai jenis laser:

Setelah penemuan Maiman, jenis laser lainnya dengan cepat dikembangkan. Ini termasuk laser helium-neon, yang dikembangkan oleh Ali Javan, William Bennett, dan Donald Herriott pada tahun 1960, yang merupakan laser gelombang kontinu pertama (CW). Laser semikonduktor, laser pewarna, dan laser gas juga dikembangkan pada tahun -tahun berikutnya, masing -masing dengan sifat dan aplikasi yang unik.

Penemuan laser adalah proses kumulatif, yang melibatkan kontribusi dari banyak ilmuwan dan peneliti. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang mekanika kuantum dan teori elektromagnetik, serta rekayasa dan eksperimen yang inovatif. Laser sejak itu menjadi alat penting di berbagai bidang, termasuk kedokteran, komunikasi, manufaktur, dan penelitian ilmiah.